Berita / Berita Terbaru / Detail

Kacang-Kacangan, Buah, dan Sayur Ampuh sebagai Penurun Kolesterol

Berita Terbaru 28 Januari 2019 08:16:20 WIB RSUD dr. Soedirman Kebumen dibaca 92 kali



Bagi Anda yang memiliki kecenderungan memiliki kolesterol tinggi, kini
dapat mencoba kacang-kacangan, buah, dan sayur penurun kolesterol sebagai
pilihan dalam mengurangi kadar kolesterol.



Pada
dasarnya, tiap manusia membutuhkan kolesterol. Kolesterol adalah lemak esensial
yang bertugas membantu fungsi tubuh agar bekerja dengan baik. Misalnya,
membantu sel agar tetap sesuai struktur dan membantu kelenjar tubuh dalam
memproduksi hormon.



Selain
mengonsumsi kacang-kacangan, buah, dan sayur-sayuran penurun kolesterol, lebih
disarankan lagi untuk dikombinasikan dengan pola makan dan gaya hidup sehat.
Pada intinya, jangan biarkan kolesterol berada di atas batas normal agar Anda
tetap sehat dan terhindar dari ancaman serangan jantung dan stroke di masa
depan.



Siapa
yang tidak kenal dengan terung? Sayuran penurun kolesterol ini mudah didapatkan
di pasaran. Terung pada umumnya bersifat rendah kalori. Selain itu, terung
termasuk jenis sumber serat mudah larut yang dapat membantu menurunkan LDL.
Anda juga wajib berkenalan dengan
okra sebagai sayuran yang memiliki sifat serupa dengan
terung.



Terung dan okra



Setengah
liter jus tomat atau tiga setengah sendok makan pasta tomat adalah cara yang
nikmat untuk dilakukan. Tambahkan sedikit minyak pada proses memasak tomat
untuk mempermudah penyerapan likopen oleh tubuh.



Likopen,
zat yang memberi warna merah pada tomat, selain dikenal membantu melawan kanker
juga dapat membantu menurunkan kolesterol. Mengonsumsi likopen tiap hari
sebanyak 25 mg dikatakan dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol jahat)
sebanyak 10 persen. Meskipun fakta ini masih memerlukan penelitian lebih
lanjut, tidak ada salahnya Anda menjadwalkan konsumsi likopen yang ada dalam
tomat tiap harinya.



Tomat



Satu
hal yang perlu diperhatikan, tunda dulu mengonsumsi buah ini jika Anda sedang
mengonsumsi obat-obatan yang ada hubungannya dengan penyakit jantung, seperti
penghambat kanal kalsium dan statin.



Buah
yang satu ini mungkin masih jarang ditemukan di pasaran, namun manfaatnya dalam
menurunkan kolesterol, dapat diandalkan. Bulir-bulir grapefruit merah
mengandung likopen dan liminoids sehingga mengonsumsi satu buah grapefruit
merah tiap hari selama satu bulan dapat membantu menurunkan kolesterol sebanyak
20 persen. Pektin, serat larut yang terkandung pada grapefruit merah juga turut
membantu menurunkan kadar LDL.



Banyak
orang yang menganggap grapefruit adalah jeruk bali. Padahal, jeruk bali dan
grapefruit adalah dua buah yang berbeda. Untuk menurunkan kolesterol, lebih
disarankan untuk mengonsumsi grapefruit. Dalam hal ini, jika Anda ingin makan
grapefruit, utamakan yang isinya berwarna merah.



Grapefruit merah



Apel
menjadi buah yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol karena mengandung
pektin, yaitu serat larut yang bersifat menurunkan LDL. Kolesterol LDL yang
bereaksi dengan radikal bebas akan teroksidasi dan dapat meningkatkan proses
terjadinya peradangan dan pembentukan plak di arteri. Polifenol, yaitu
antioksidan yang ada pada kulit apel, bekerja memperlambat oksidasi LDL. Oleh
karena itu, makan satu atau dua buah apel per hari yang tidak dikupas kulitnya
dapat memperlambat oksidasi LDL.



Apel



Jenis
kacang-kacangan yang satu ini bebas kolesterol, kaya akan serat, dan rendah
lemak jenuh. Inilah satu-satunya jenis kacang-kacangan yang memiliki
protein nabati lengkap, setara dengan daging. Sebuah
penelitian mengungkap bahwa mengonsumsi kedelai
tiap hari dapat membantu menurunkan kolesterol jenis LDL (low density
lipoprotein
) sebesar 8-10 persen.



Kedelai



Jika
total kolesterol Anda sudah telanjur tinggi, Anda dapat berupaya untuk
menurunkannya dengan mengonsumsi kacang-kacangan, buah, dan sayur penurun
kolesterol. Tentu saja dengan porsi secukupnya saja. Apa saja yang disarankan
untuk dikonsumsi?



Pertahankan
jumlah total kolesterol Anda pada angka normal, yaitu kurang dari 200 mg/dL.
Apabila total kolesterol Anda 200-239 mg/dL berarti sudah mendekati batas atas
yang mulai berisiko, dan jika sudah di angka 240 mg/dL atau lebih berarti sudah
memasuki risiko tinggi.



Namun,
kolesterol yang melebihi kadar normal, berisiko memberikan dampak buruk bagi
kesehatan. Apabila hal ini terjadi, beberapa penyakit, seperti serangan jantung
dan stroke akan mengintai Anda.



Sumber: alodokter.com