Berita / Berita Terbaru / Detail

PARU-PARU BOCOR

Berita Terbaru 16 April 2018 08:10:15 WIB RSUD dibaca 59 kali

Paru-paru bocor adalah kondisi berbahaya. Jika Anda pernah mengalami
nyeri dada atau bahu yang luar biasa, sesak napas, denyut jantung menjadi
cepat, serta kulit berubah warna menjadi kebiru-biruan karena kekurangan
oksigen, mungkin Anda sedang mengalami paru-paru bocor.

Dalam dunia medis, paru-paru bocor dikenal dengan istilah pneumothorax.
Bila ini terjadi, Anda tetap dapat bernapas, akan tetapi paru-paru tidak dapat
mengembang secara normal, sehingga oksigen yang didapatkan akan berkurang.

 

Beberapa Penyebab
Paru-Paru Bocor

Setiap orang memiliki sepasang paru-paru, yang berfungsi menghirup
oksigen untuk disalurkan ke dalam sel darah merah di dalam aliran darah.
Selanjutnya, sel darah merah membawa oksigen tersebut ke seluruh tubuh, untuk
digunakan pada sel-sel tubuh.

Paru-paru bocor tidak dapat dianggap sepele. Pada kondisi ini, udara
masuk ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini mendesak dan
menekan paru-paru dari luar, sehingga menghambat paru-paru untuk mengembang
saat bernapas. Biasanya, kebocoran hanya terjadi pada satu bagian paru-paru
saja.

Adapun beberapa penyebab paru-paru bocor, di antaranya:

·        
Cedera dada,
baik cedera akibat luka tembak atau tusuk dan luka tumpul, patah tulang rusuk,
serta kecelakaan mobil.

·        
Adanya penyakit
paru-paru yang menyebabkan jaringan paru-paru menjadi rusak dan bocor.
Misalnya, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan pneumonia.

·        
Paru-paru bocor
bisa saja terjadi pada orang yang sehat. Misalnya, kantung yang penuh dengan
udara terbentuk di luar paru-paru Anda, lalu pecah, dan menimbulkan tekanan.
Kondisi ini paling sering terjadi pada pria yang berusia di bawah 40 tahun dan
merokok.

·        
Bernapas
menggunakan mesin atau alat bantu pernapasan, seperti ventilator.

·        
Pernah mengalami
pembedahan di dada atau perut.

·        
Mengalami
penyumbatan pada saluran pernapasan.

Paru-paru bocor merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa jika
tidak segera diobati. Jika kebocoran hanya terjadi di sebagian kecil paru-paru,
maka mungkin Anda tidak mengalami gejala. Namun jika paru-paru bocor di
sebagian besar paru-paru Anda, maka Anda mungkin akan merasakan sesak napas dan
denyut jantung yang cepat.

Paru-paru bocor dapat mengganggu proses pembuangan karbon dioksida yang
normalnya akan dikeluarkan saat kita menghembuskan napas. Jika tidak
dikeluarkan, karbon dioksida tersebut dapat menyebabkan pH dalam darah dan
cairan tubuh lainnya menurun, dan bisa membuat Anda mengalami asidosis
respitorik.

Penanganan dan
Pencegahan Paru-paru Bocor

Penanganan paru-paru bocor adalah dengan mengurangi tekanan udara pada
rongga paru dan menjaga agar tekanan udara normal pada paru-paru, untuk
menunjang proses pernapasan yang optimal. Bila perlu, dokter akan memasukkan
jarum atau pipa ke dalam rongga paru untuk mengeluarkan udara berlebih. Setelah
tindakan tersebut, pasien perlu mendapatkan observasi di rumah sakit untuk
mengantisipasi paru-paru bocor kembali.

Sebenarnya, tidak ada cara yang diketahui dapat mencegah paru-paru bocor.
Seseorang yang telah mengalami paru-paru bocor, bisa saja mengalaminya kembali.
Namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kekambuhan
paru-paru bocor. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, di
antaranya:

·        
Berhenti merokok

Jika Anda memang sudah aktif merokok, Anda bisa mulai berhenti merokok
dari sekarang. Mintalah bantuan dokter jika Anda mengalami kesulitan.

·        
Konsultasi
dokter

Jika Anda memiliki beberapa penyakit paru-paru tertentu, rutinlah
melakukan konsultasi dengan dokter.

·        
Hindari
aktivitas berisiko

Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan perubahan tekanan pada
paru-paru, seperti menyelam atau scuba dive.

Jika Anda mengalami beberapa gejala terkait paru-paru bocor, disarankan
untuk segera mendapatkan penanganan dokter, karena perawatan yang cepat bisa
memulihkan Anda sepenuhnya. Jika kondisi paru-paru bocor yang Anda alami sudah
parah, maka pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi yang fatal.

 





















































Sumber: www.alodokter.com